Jumat, 03 Januari 2014
Kamis, 07 November 2013
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Fungsi bahasa
sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain
secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar
orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tampa menghindari
tata bahasa yang sudah ada.
Berkomunikasi
melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol
bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu
simbol bisa terdengar sama di telinga
kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam
bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat.
Tulisan adalah
susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan
dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan
tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata
sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara /
target komunikasi.
Bahasa sebagai
sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama
bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh
seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia
menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan
manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan
hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan
dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi
komunikasi pada bahasa asing
Contoh bahasa
sebagai alat komunikasi berupa: Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi
misalnya gerak badani, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb). Sebagai
contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking”
daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk
“keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya
dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
Penggunaan Bahasa indonesia secara baik dan benar dan Contoh bahasa indonesia sebagai alat komunikasi
Penggunaan Bahasa indonesia secara baik dan benar dan Contoh
bahasa indonesia sebagai alat komunikasi
Bahasa yang baik
adalah bahasa yang sesuai dengan situasi.Sebagai alat komunikasi, bahasa harus
dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa
yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras
bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat
keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut :
1.
Ragam
beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan
keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara
pernikahan.
2.
Ragam
resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat
resmi, dan jurnal ilmiah.
3.
Ragam
konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada
transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di
pasar.
4.
Ragam
santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh
orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5.
Ragam
akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat
akrab dan intim.
Bahasa yang
benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk
bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Ciri-ciri ragam bahasa baku
adalah sebagai berikut.
1.
Penggunaan
kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku:
acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.
Penggunaan
kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan
duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3.
Penggunaan
ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia
adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.
Penggunaan
lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku
yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah
lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah.
Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan
bukan /kalo/.
5.
Penggunaan
kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa
Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi
efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau
pembaca persis sesuai maksud aslinya.
Dari semua ciri
bahasa baku tersebut, sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal
baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif, ejaan
resmi, dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari
ragam akrab hingga ragam beku. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam
konsultatif, santai, dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik
karena tidak sesuai dengan situasi.
Jika saya
perhatikan, semakin tidak benar bahasa saya sewaktu menulis atau berbicara,
berarti semakin akrab hubungan saya dengan lawan bicara saya.Maaf, Mas Amal,
saya belum bisa memenuhi imbauan untuk menggunakan bahasa yang benar di seluruh
kicauan saya.Tapi saya usahakan untuk menggunakan bahasa yang baik.
contoh
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar dapat di artikan pemakaian ragam bahasa yang
serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang
betul.Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa
yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.Bahasa yang di ucapkan harus baku.
Berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar mempunyai
beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaianya sesuai dengan
situasi dan kondisi . Pada kondisi tertentu ,yaitu pada situasi formal
pengguanaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pioritas uutama. Penggunaan
bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku .Kendala yang harus di
hindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala
bahasa seperti interferensi ,integrasi ,campur kode,alih kode dan bahasa gaul
yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi.Hal ini
mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Misalnya dalam pertanyaan sehari-sehari dengan
menggunakan bahasa yang baku,contoh:
· Apakah kamu ingin menyapu rumah bagian
belakang?
· Misalkan ketika dalam dialog antara
seorang guru dengan seorang siswa
·
Pak
guru : Rino apakah kamu sudah
mengerjakan PR?
·
Rena :
sudah saya kerjakan pak.
·
Pak
guru : Baiklah kalau begitu ,
segera dikumpulkan.
·
Rena
: terima kasih Pak
Contoh lain dari
pada undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang
dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa
dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dari beberapa
kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukan bahasa yang sangat baku,dan merupakan
pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain
dalam tawar-menawar di pasar ,misalnya pemakaian ragam baku akan menimbulkan
kegelian, keheranan, atau kecurigaan . Akan sangat ganjil bila dalam
tawar-menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa
Indonesia yang baku seperti ini.
1. Berapakah ibu mau menjual tauge ini?
2. Apakah Nang becak bersedia mengantar saya
kepasar Tanah abang dan berapa ongkosnya?
Contoh diatas
adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar,tetapi tidak baik dan tidak
efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu, untuk
situasi seperti diatas,kalimat dan berikut akan lebih tepat.
3. Berapa nih bu,tauge nya?
4. Kepasar tanah abang ,bang.Berapa?
Misalkan
perbedaan dari bahasa Indonesia yang benar
dengan bahasa gaul.
Bahasa Indonesia
Bahasa Gaul
(informal)
Aku, Saya : Gue
Kamu : Elo
Tidak : Gak
Tidak Peduli : Emang
gue pikirin!
Dari contoh
diatas perbedaan antar bahasa yang baku dan non baku dapat terlihat dari
pengucapan dan tata cara penulisannya. Bahasa Indonesia baik dan benar
merupakan bahasa yang mudah dipahami, bentuk bahasa baku yang sah agar secara
luas masyarakat Indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa nasional.Contoh pada
:
“kami , putra dan putri Indonesia
bahasa persatuan, bahasa Indonesia,demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah
pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi pendiri
bangsa dan Negara Indonesia .Bunyi alinea ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu
jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa
Indonesia . Kita sebagai bagian bangsa Indonesia sudah selayaknya menjunjung
tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-sehari.
Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah
Wacana
ilmiah
karya ilmiah
(scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan
hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau
sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan
ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Macam-macam karya tulis ilmiah :
Sesuai dengan
cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk
makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi,
tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmuwan.
Contoh :
Aids
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah nama
penyakit yang berarti sindroma dapatan penurunan kekebalan tubuh. Ada pula yang
menyebutkan sebagai penyakit kurus karena penderitanya memang sangat kurus.
Sebagai sindroma, gejala AIDS sangat banyak, antara lain diare lebih dari
sebulan, demam lebih dari sebulan, dan menurunnya berat badan secara cepat.
Dari ketiga gejala tersebut, yang terpenting adalah gejala menurunya berat
badan. Tanda-tanda lain antara lain batuk lebih dari 2 minggu, pembengkalan
kelenjar (di ketiak,leher,dan selangkangan), sakit kepala hebat dengan leher
kaku, bengkak-bengkak cokelat tua yang cepat menyebar di kulit dan lain-lain.
AIDS disebabkan oleh virus yang hidup dalam darah dan cairan
tubuh lainnya. Virus ini merusak system kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak
mampu lagi membentengi badan dari serangan berbagai penyakit. Setelah virus ini
berada di dalam tubuh, ia bisa berada di sana bertahun-tahun sebelum mulai
membuat orang itu sakit. Siapa saja bisa terkena AIDS, tidak peduli umur, suku,
pekerjaan, maupun orientasi seksualnya, apabila seseorang pernah berhubungan
seks dengan orang yang membawa virus AIDS, disuntik/menyuntik diri dengan jarum
kotor, atau memperoleh transfuse darah yang terkontaminasi virus AIDS, maka ia
juga dapat terkena AIDS. Begitu pula dengan bayi yang ibunya membawa virus
AIDS.
Ada tiga cara penularan AIDS pada bayi yaitu ketika janin
masih di dalam kandungan, pada saat dilahirkan yang penuh darah, dan melalui
Air Susu Ibu. Meskipun begitu, tetap lebih baik menyusui dengan ASI daripada
susu bubuk (baik karena kemungkinan tertulari AIDS secara matematis hanya 50%,
maupun karena ASI mengandung banyak zat yang berguna bagi kekebalan bayi).
Dari semua kasus penderita AIDS yang berhasil sembuh, ada
hal-hal penting yang bisa ditarik. Pertama, memang virus HIV sebagai penyebab
utama, tapi juga bergantung pada kondisi fisik dan psikis masing-masing korban.
Kedua, mereka yang berhasil lolos dari maut adalah mereka yang secara sadar
mengubah gaya hidupnya menjadi lebih positif.
Wacana
semi ilmiah
Wacana dalam semi ilmiah merupakan suatu penulisan yang tidak
terikat Bahasa Indonesia baku lisan, sehingga kemungkinan besar terjadinya
penghilangan kalimat. Namun hal ini tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun
demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan
unsur-unsur di dalam struktur kalimat mempengaruhi dalam memahami makna
gagasan.
contoh : artikel, editorial, opini, feuture, reportase.
contoh reportase :
Reportase
Berita
Jakarta - Bebas berarti tidak pernah terikat atau tidak pernah
terkekang. Hidup dengan jiwa yang bebas bisa membuat orang lebih
berkreativitas. Semangat inilah yang dipegang oleh komunitas-komunitas indie.
Kata indie sendiri berasal dari bahasa Inggris, berasal dari kata independent
yang mempunya arti kebebasan, kemerdekaan.
Yamaha sebagai produsen motor sangat mengerti tentang hal ini
sehingga dalam penyelenggaraan Free Your Soul di tahun keempat ini, di
Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogjakarta, 18 September 2011,
memberi warna baru yang berbeda dari tahun-tahun yang sebelumnya. Jika
sebelumnya hanya ada high school band competition, kali ini Yamaha menambahnya
dengan lomba indie comic, lomba indie clothing, dan lomba indie poster.
Kegiatan lainnya adalah lomba graffiti, body painting, fotografi, bmx, dan
stunt rider. Penyelenggaraan Free Your Soul semakin lebih berwarna karena juara
high school band competition bisa menyuarakan kebebasan jiwa mereka hingga ke
Korea Selatan, dikirim mengikuti Asian Beat Band Competition. Yamaha Motor
berkolaborasi dengan Yamaha Musik untuk menyeleksi peserta band yang tampil dan
menjadi juri penilai. Acara final akan diselenggarakan di Bandung.
"Musik sangat dekat dengan anak muda, begitu pula dengan
kegiatan seni lainnya dengan media comic, clothing, dan poster. Melalui Free
Your Soul mereka bisa menyalurkan bakat dan kreatifitasnya. Apalagi ada reward
di tahun ini dari Yamaha dengan mengirimkan juara kompetisi band ke Korea
Selatan. Ini membuat mereka semakin berkarya lebih baik lagi," jelas Indra
Dwi Sunda, PR Corporate & Communiation Head Yamaha Indonesia.
Sekitar 4000 anak muda dari kalangan umum, komunitas indie
musik, grafiti, distro dan clothing datang menyaksikan penyelenggaraan Free
Your Soul. Acara menjadi lebih menarik karena di lomba indie clothing peserta
menampilkan budaya Yogja secara bebas. Landmark kota, bahasa, alat-alat musik
dan batik Yogja dituangkan dalam karya dengan sangat tidak kaku dan sangat
kreatif. Begitu juga di kategori high school band competition, peserta
membawakan lagu-lagu Yogja yang diaransemen sehingga budaya Yogya yang cair
begitu sangat terasa. Band indie Captain Jack yang mengisi acara puncak
menambah meriah acara.
Penyelenggaraan Free Your Soul yang dekat dengan anak-anak
muda jadi penegas imej Mio. Lima nama warnya pun disesuaikan dengan tagline
"The Spirit of Indie" yakni Black Progressive Red, Funky Red, Techno
Blue, Disco Green, dan Rocking White. Mio dan Mio Soul terbaru menonjolkan
grafis artistik yang sesuai dengan anak muda. Mio menyasar kaum muda perempuan,
dan Mio Soul sesuai untuk kaum laki-laki. Free Your Soul juga akan ada di
Jakarta (25 September), dan Bandung (2 Oktober). Seperti apa keunikan Free Your
Soul di dua kota tersebut? Mari saksikan, jangan sampai kelewatan.
Wacana
Non Ilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta
pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.
Macam karya tulis Non Ilmiah : Dongeng, cerpen, novel, drama,
dan roman adalah contoh karangan nonilmiah.
Contoh Wacana Non Ilmiah :
Pagi Yang Malang
Fathir adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur,
dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga
kaya. Apa saja kemauan Fathir selalu dituruti.
Suatu pagi, Fathir pergi bermain ke hutan. Di tengah
perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang
berat.
”Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke
kota ? ”tanya pengembara itu.
Fathir pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan
sambil mengamati tumbuhan.
”Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan
pilih!”
Fathir masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong
sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma sampah, batin
Fathir.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan
obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala
musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera
pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang
berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
”Ah, baiklah.”kata Fathir semangat. ”Aku pilih yang berwarna
kuning aja.”
”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar
membawanya pulang .”omel Fathir .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Fathir
langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh,
dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranya Fathir saat melihat banyak emas di
dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba…
”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata
salah satu orang.
Fathir yang mendengar
suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Fathir
segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan
takut. Sampailah Fathir di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak
sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang
dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal
itu Fathir semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Fathir berenang menuju
ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke
arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Fathir memukul moncong buaya itu dengan
karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Fathir tak banyak
berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat
sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Fathir merasa musuhnya lengah. Ia
berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Fathir menjadi sadar., ternyata emas tidak
mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu
Fathir menjadi rajin dan bijaksana.
Sabtu, 08 Juni 2013
Imbalan hukuman dalam organisasi
Definisi imbalan dibagi menjadi dua:
1.
Imbalan
intrinsik
Adalah imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan
tersebut mencakup rasa penyesalan, prestasi, otonomi, dan pertumbuhan.
2.
Imbalan
ekstrinsik
Adalah
imbalan yang berasal dari pekerjaan. Imbalan tersebut mencakup uang, status, promosi, dan rasa
hormat.
Definisi hukuman.
Adalah pemberian
seatu kejadian atau tindakan yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian
positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan
sebelumnya, hukuman didasarkan atas moral bahwa tindakan yang menyakitkan dan
harus dihindarkan.
( Edward E.Lawler III,
1977:163-226 )
Dampak imbalan pada kinerja organisasi:
1.
Menarik
karyawan atau orang yang berkualitas untuk bergabung dengan organisasi;
2.
Mempertahankan
karyawan agar tetap bekerja dengan baik;
3.
Memotifasi
karyawan untuk mencapai prestasi yang tinggi.
Dampak hukuman pada kinerja organisasi:
1.
Penentuan
waktu
Merupaka n hal yang penting, hukuman dapat dilaksanakan selama timbulnya
tanggapan yang perlu di hukum atau beberapa
waktu kemudian dari tanggapan.
2.
Intensitas
Hukman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak
disukai itu relatif kuat, maksudnya bahwa hukuman tersebut dapat menghalangi
perilaku yang umumnya disukai karena tindakan tersebut terlalu keras.
3.
Penjadwalan
Hukuman tergantung dari penjadwalan, maksudnya bahwa hukuman menjadi
efektif bila dilaksanakan berdasarkan jadwal berlanjut.
4.
Kejelasan
alasan
Memberikan secara pasti tentang hal hal apa yang tidak boleh dilakukan
kepada orang yang bersangkutan.
5.
Tidak
bersifat pribadi
Hukuman
harus ditunjukan pada suatu tanggapan khusus, hukuman ini kemungkinannya kecil
bahwa orang yang dihukum mengalami dampak emosionil sampingan yang tidak
diharapkan atau timbul kerenggangan hubungan permanen dengan manager.
( E.L. Thorndike, 1883:39 )
Kamis, 05 April 2012
Manusia dengan Keindahan
Hubungan manusia dan keindahan
adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki
ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu,
akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan
kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat
dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia
memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya
sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan
kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan
dari suatu penciptaan yang akhirnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga
merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan
manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki
kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak
atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda.
Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan
kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang
menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat
demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal
sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan
hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa yang mampu menyenangkan atau memuaskan
hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang baik, yang indah. Maka
keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia, karena dengan
keindahan tu itu manusia merasakan nyaman
hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak
terganggu.
Selain itu manusia memang secara
hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika
manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah
estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan
estetika ini.
Kamis, 29 Maret 2012
Tentang manusia, cinta, dan kasih sayang.
![]() |
| keluarga, dengan ketulusan cinta. |
Seperti
yang telah di bahas pada sebbelumnya, manusia merupakan mahkluk sosial yang
tidak dapat hidup sendiri, atau makhluk yang hidup membutuhkan bantuan dari
orang lain. Manusia pun memiliki rasa saling sayang dan menyayangi terhadap sesama.
Rasa ini timbul, karena adanya rasa ketertaikan terhadap insan yang lainya.
Percaya
atau tidak, kekuatan cinta dapat memberikan efek yang sangat dahsyat bagi
kehidupan. Dapat kita bayangkan jika kita hidup tanpa adanya cinta. Ketidakpekaan,
individual yang tinggi dan sikap egoisme yang tinggi menjadi di atas segalanya.
Kekuatan
cinta memang ada, tetapi tidak dapat di jelaskan secara ilmiah. Kekuatan cinta bias
dating darimana saja, namun kekuatan cinta yang benar benar kuat, mutlak, suci,
besar, adalah dari seorang Ibu. Jika kita meragukan hal ini, kita sama saja
meraukan kekuatan dari sang pencipta.
Cinta
antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari
sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup
hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang
sangat erat.
Beberapa
unsure yang sering terjadi dalam kasus percintaan antar manusia:
·
Kasih saying :
menghargai orang lain.
·
Altruisme : perhatian non-egois kepada orang
lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
·
Reciprocation : cinta yang saling menguntungkan
(bukan saling memanfaatkan).
·
Komitmen : keinginan untuk mengabadikan cinta,
tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
·
Keintiman
emosional : berbagi emosi dan rasa.
·
Kekerabatan : ikatan keluarga.
·
Passion : Hasrat dan atau nafsu seksual
yang cenderung menggebu-gebu.
·
Physical
intimacy : berbagi kehidupan erat satu
sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
·
Kepentingan
pribadi : cinta yang mengharapkan
imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
·
Pelayanan : keinginan untuk membantu dan atau
melayani.
Dalam
kehidupan manusia cinta kasih sangatlah di butuhkan agar dapat hidup dengan
nyaman dan tentram. manusia yang hidup tanpa cinta kasih di lingkungannya
adalah manusia yang hidupnya selalu di selimuti kegelisahan.
Namun
Percayalah sobat bahwa ” Tidak ada cinta yng sempurna di dunia ini” , oleh
karenanya stop jangan mengharap lagi kalau kita akan mendapatkan cinta yang
sempurna karena hakikat kesempurnaan hanya dimiliki sang pencipta. Justru kesempurnaan
cinta itu ada ketika kita mampu mencintai cinta yang ada dalam hati kita
sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)

